PILARSULTRA.COM — Asosiasi Pengembang Aspal Buton Indonesia (ASPABI) mengharapkan Perhatian Pemerintah Pusat akan adanya penegasan pemakaian Aspal Buton (Asbuton) secara maksimal dalam pembangunan Nasional di Indonesia. Satu Abad usia Asbuton, seharusnya dapat menjadi tuan rumah d negeri sendiri.
Ketua ASPABI Dwi Putranto mengingatkan dalam releasenya (25/4), Proklamator sekaligus Presiden I RI, Ir. H. Soekarno, mengatakan: “Bangsa yang tidak percaya pada kekuatan dirinya sebagai suatu bangsa, tidak dapat berdiri sebagai suatu bangsa yang Merdeka”.
Perjalanan panjang bangsa Indonesia, lanjut Dwi, mengalami banyak tantangan dan hambatan dalam menegakkan kedaulatan bangsa.
“Sikap nasionalisme yang tinggi dengan kebanggaan akan bangsa Indonesia akan menjaga kedaulatan bangsa yang tahan terhadap goncangan dan benturan kepentingan. Pandemi Covid-19 membuktikan bahwa bangsa yang selamat (survive) adalah yang berdaulat dan mandiri,” katanya.
Lebih jauh Ketua ASPABI itu menekankan, Aspal Buton (Asbuton) adalah salah satu sumber daya alam yang dapat menegakkan kedaulatan bangsa Indonesia. Asbuton yang tahun ini berusia satu abad (100 tahun) adalah kebanggaan bangsa dengan keunggulan mutu yang jauh lebih bagus ketimbang aspal minyak yang umum digunakan.
“Dalam bahasa teknis, aspal minyak dikategorikan aspal penetrasi (pen) 60/70, sedangkan Asbuton masuk sebagai aspal PG70 dan PG76 yang mutunya dua hingga tiga tingkat di atas aspal pen 60/70 dan dapat disetarakan dengan aspal modifikasi,” jelas Dwi.
Selain itu, turut Dwi, semua negara maju telah menggunakan teknologi Superpave yang menggunakan aspal PG70 dan PG76 dengan melakukan modifikasi aspal pen 60/70 sedangkan Asbuton memiliki DNA setara PG70 dan PG76 tanpa dimodifikasi bahan tambahan apapun.
Tahun ini, kata Dwi, Indonesia akan menoreh sejarah dengan dilakukannya upacara detik-detik proklamasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).
“IKN menjadi salah satu tonggak kedaulatan bangsa Indonesia karya anak bangsa, sehingga sudah selayaknya seluruh material yang digunakan untuk membangun juga dari bumi pertiwi,” katanya.
ASPABI mengingatkan, Asbuton harus digunakan di IKN, khususnya untuk mengaspal jalan Sumbu Kebangsaan Barat dan Timur dimana akan dilalui oleh rombongan Presiden RI dan seluruh tamu negara. Sebagaimana yang dikatakan Presiden Soekarno: kita harus percaya dan bangga dengan sumber daya alam kita sendiri. Kita harus percaya dan bangga akan Aspal Buton, bukan produk impor.
“Penggunaan Aspal Buton dalam pembangunan IKN adalah bukti kepercayaan akan produk nasional demi menegakkan kedaulatan bangsa Indonesia,” tutup Dwi Putranto. (Release)