Amuk Si Jago Merah di Anduonohu Kendari, Api Diduga Berasal dari Kios Penjual Sandal

Amuk Si Jago Merah di Andonohu Kendari, Api Diduga Berasal dari Kios Penjual Sandal (Foto: RRI)

Kendari, PilarSultra.com — Si Jago Merah mengamuk di Kendari. Musibah kebakaran hebat tersebut melanda deretan kios dan ruko di Jalan Bunggasi, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Rabu (14/1/2026) sekitar pukul 05.15 Wita. Sumber api diduga berasal dari salah satu kios penjual sandal yang berada di bagian tengah deretan bangunan.

Salah satu korban kebakaran, Abu Yusuf, mengungkapkan kobaran api dengan cepat membesar sehingga sulit dikendalikan. Informasi awal yang ia terima menyebutkan api pertama kali muncul dari kios penjual sandal.

Bacaan Lainnya

“Saya habis salat subuh dapat telepon dari teman, katanya di sini terjadi kebakaran. Informasinya api pertama muncul dari kios tengah, penjual sandal,” ungkap Abu Yusuf.

Abu Yusuf yang sehari-hari membuka usaha servis handphone di lokasi tersebut mengaku seluruh peralatan usahanya hangus terbakar, termasuk sejumlah ponsel milik pelanggan.

“Alat-alat servis itu yang paling penting, tidak ada yang bisa diselamatkan. Semua hangus terbakar,” ujarnya, seraya menyebut kerugian yang dialaminya cukup besar.

Selain kios dan ruko, satu unit mobil dilaporkan ikut hangus terbakar di lokasi kejadian. Api juga merembet ke bangunan lain di sekitarnya sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas.

Kapolsek Poasia, AKP Ismunandar, mengatakan hingga saat ini penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

“Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan karena masih dilakukan penyelidikan oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polresta Kendari. Untuk korban jiwa nihil,” jelasnya.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kendari, musibah kebakaran tersebut menghanguskan dua unit ruko, 15 unit kios, satu unit rumah warga, serta dua unit mobil dan dua unit sepeda motor.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun total kerugian material ditaksir mencapai Rp2 miliar. (tin)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *