Bombana, PilarSultra.com — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Bombana mengambil langkah aktif mengawal keluhan masyarakat Pulau Kabaena yang mencuat melalui video viral rujukan pasien menggunakan perahu tradisional tanpa tenda.
Ketua SMSI Bombana, Zulkarnain, secara langsung menindaklanjuti keluhan masyarakat yang terekam dalam video tersebut dengan mengonfirmasi fakta di lapangan kepada Pemerintah Kabupaten Bombana, khususnya Dinas Kesehatan.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab pers dan fungsi kontrol sosial media terhadap pelayanan publik, terutama bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
“Video ini tidak boleh dibiarkan menjadi konsumsi publik tanpa kejelasan. Kami perlu memastikan duduk persoalannya agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar,” ujar Zulkarnain saat menghubungi dinas terkait, Minggu (18/1/2026).
Menanggapi konfirmasi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bombana, Darwin, menjelaskan bahwa Pemkab Bombana sejatinya telah memprogramkan pengadaan ambulans laut untuk melayani rujukan pasien dari Pulau Kabaena melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2025 senilai Rp2,8 miliar.
Namun, kata Darwin, rencana tersebut batal direalisasikan karena pihak vendor pemenang tender tidak menunjukkan kesiapan hingga akhirnya kontrak diputus.
“Kami sudah memberikan peringatan pertama, kedua, hingga terakhir. Karena tidak ada progres, kontrak kami putuskan sehingga anggaran tidak bisa diturunkan,” tegas Darwin.
Meski demikian, Pemkab Bombana memastikan pelayanan kesehatan masyarakat Pulau Kabaena tetap menjadi prioritas. Atas arahan langsung Bupati Bombana, pengadaan ambulans laut kembali diprogramkan pada tahun 2026 melalui Dana Alokasi Umum (DAU) dengan nilai anggaran Rp2,8 miliar untuk dua unit ambulans laut.
“Kami sudah rapat koordinasi, dan pengadaan ambulans laut ini menjadi prioritas tahun ini,” jelas Darwin.
Sementara itu, menghadapi keterbatasan sarana transportasi rujukan laut, Dinas Kesehatan Bombana mengakui masih terkendala pendanaan operasional. Untuk mengantisipasi kondisi darurat, pihaknya menjalin koordinasi dengan Kasubdit Pelayaran.
Ketua SMSI Bombana menegaskan bahwa tindak lanjut ini merupakan bagian dari komitmen SMSI dalam mengawal aspirasi masyarakat agar sampai ke pemerintah daerah secara objektif dan bertanggung jawab.
“Media tidak hanya memberitakan, tetapi juga memastikan suara masyarakat ditindaklanjuti dengan benar,” kata Zulkarnain.
SMSI merupakan salah satu organisasi media siber yang berkomitmen menjalankan fungsi jurnalistik yang profesional, berimbang, serta berpihak pada kepentingan publik dan memastikan kebijakan pemerintah berjalan optimal. (bar)













