Namun, kebijakan mempersenjatai warga sipil menuai kekhawatiran dari komunitas internasional dan kelompok hak asasi manusia. Sejumlah pihak menilai langkah ini berpotensi meningkatkan ketegangan internal dan membuka ruang penyalahgunaan senjata di tengah kondisi politik dan ekonomi Venezuela yang belum stabil .
Pengamat keamanan regional menyebut, strategi Venezuela mencerminkan pendekatan total defense yang pernah diterapkan sejumlah negara dalam kondisi terancam, meski dengan risiko eskalasi konflik domestik apabila kontrol komando tidak berjalan efektif.
Di sisi lain, Amerika Serikat dilaporkan telah mengeluarkan peringatan keamanan bagi warganya di Venezuela, menyusul meningkatnya aktivitas kelompok bersenjata dan milisi sipil di beberapa wilayah strategis, termasuk Caracas .
Hingga kini, pemerintah Venezuela belum merinci jumlah pasti warga sipil yang telah dipersenjatai. Namun berbagai laporan menyebut jumlahnya mencapai puluhan ribu orang, dan dapat terus bertambah seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Amerika Latin.




