• Tentang Kami
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak
Kamis, 22 Januari, 2026
Pilar Sultra
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
    • Kendari
    • Sultra
    • Nasional
    • Dunia
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Editorial
  • Opini
  • Destinasi
  • Gaya Hidup
  • Ragam
  • Home
  • News
    • Kendari
    • Sultra
    • Nasional
    • Dunia
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Editorial
  • Opini
  • Destinasi
  • Gaya Hidup
  • Ragam
No Result
View All Result
Pilar Sultra
No Result
View All Result
Home Editorial

Arah Baru Demokrasi Lokal: Antara Efisiensi Politik dan Hak Rakyat Memilih

Redaksi Pilar by Redaksi Pilar
06.12.2025
Arah Baru Demokrasi Lokal: Antara Efisiensi Politik dan Hak Rakyat Memilih

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar, di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5/12/2025)-Photo: Kompas

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto di panggung HUT Partai Golkar kembali menggoyang diskursus besar tentang masa depan demokrasi Indonesia. Usulan Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia—agar kepala daerah dipilih oleh DPRD—bukan sekadar gagasan teknokratis soal efisiensi biaya politik, tetapi menyentuh jantung sistem demokrasi yang telah berjalan selama dua dekade terakhir: hak rakyat untuk memilih pemimpinnya secara langsung.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menilai usulan tersebut sebagai solusi untuk mengurangi dominasi politik uang.

BACA JUGA

22 Tahun Bombana: Kekayaan Melimpah, Ambulans Laut Baru Direncanakan

22 Tahun Bombana: Kekayaan Melimpah, Ambulans Laut Baru Direncanakan

19.01.2026
Wacana Pilkada Lewat DPRD Menguat, SMSI Dorong Diskursus Demokrasi Pancasila

Wacana Pilkada Lewat DPRD Menguat, SMSI Dorong Diskursus Demokrasi Pancasila

18.01.2026

“Demokratis tapi jangan buang-buang uang,” ujarnya.

Sebuah pesan yang tampak sederhana, namun sarat makna di tengah tingginya biaya politik nasional. Di berbagai provinsi dan kabupaten, ongkos kontestasi kepala daerah sudah mencapai titik yang sulit dijangkau oleh figur tanpa modal besar, suatu ironi bagi sebuah negara demokratis.

Namun, apakah solusi itu berarti mengembalikan kewenangan penuh kepada DPRD untuk memilih gubernur, bupati, dan wali kota?

Demokrasi yang Efisien atau Demokrasi yang Menjauh dari Rakyat?

Presiden Prabowo menyebut bahwa banyak negara telah menerapkan model serupa: Malaysia, India, Inggris, Kanada, hingga Australia. Tapi konteks Indonesia tidaklah sama. Indonesia memiliki sejarah tersendiri—bahwa pemilihan kepala daerah bukan hanya prosedur, melainkan ruang artikulasi aspirasi rakyat setelah sekian lama sistem lokal dikooptasi oleh elit.

Usulan ini memunculkan pertanyaan mendasar: Apakah demokrasi yang murah harus berarti demokrasi yang lebih jauh dari rakyat?

Efisiensi memang penting. Politik uang adalah penyakit serius. Namun, demokrasi lokal bukan sekadar soal biaya, melainkan soal legitimasi publik. Kepala daerah yang dipilih DPRD berisiko memiliki loyalitas politik yang terputus dari akar masyarakat. Bukan tidak mungkin, politik transaksional justru berpindah dari ruang publik ke ruang tertutup.

Bahlil dan Golkar: Suara yang Konsisten

Yang menarik, usulan ini bukan muncul tiba-tiba. Bahlil Lahadalia telah menyampaikan gagasan serupa berulang kali, termasuk saat membuka Musda Partai Golkar di Kendari, November lalu. Ia menilai mekanisme tersebut tidak bertentangan dengan konstitusi—karena UUD 1945 hanya mewajibkan pemilihan langsung untuk presiden.

Argumen Bahlil mengacu pada pasal yang memang memberi ruang penafsiran. Namun, ruang konstitusi bukan berarti ruang kosong tanpa risiko sosial. Pergeseran model pemilihan berpotensi mengubah relasi kekuasaan di tingkat lokal secara fundamental.

Sulawesi Tenggara: Laboratorium Politik Lokal

Di Sultra sendiri, dinamika politik lokal dalam dua dekade terakhir menunjukkan bahwa pemilihan langsung, meski tidak sempurna, telah melahirkan kepemimpinan yang berasal dari ragam latar belakang. Dari birokrat, teknokrat, pengusaha, hingga tokoh masyarakat. Sultra adalah bukti bahwa ruang demokrasi memberi kesempatan yang lebih luas kepada putra daerah atau bukan yang bukan bagian dari lingkaran elit partai.

Jika pemilihan dikembalikan ke DPRD, apakah keragaman ini masih mungkin terjadi?

Sebuah Ruang Dialog yang Tak Boleh Terputus

Editorial ini tidak menolak gagasan Prabowo dan Bahlil. Namun, Pilar Sultra menilai penting bahwa setiap perubahan fundamental dalam demokrasi harus melalui dialog publik terbuka—bukan hanya konsolidasi elit. Demokrasi boleh dievaluasi, boleh diperbaiki, bahkan boleh dibuat lebih efisien. Tetapi demokrasi tidak boleh dijauhkan dari rakyat.

Pemerintah pusat, partai politik, dan akademisi harus duduk bersama. Publik harus dilibatkan. Dan suara daerah—suara rakyat di Sulawesi Tenggara—juga harus menjadi bagian dari diskusi ini.

Demokrasi tidak hanya bicara biaya, tetapi juga kepercayaan. Kepercayaan tidak lahir dari ruang tertutup, melainkan dari partisipasi rakyat.

Jika Indonesia memang ingin membangun “sistem politik yang murah”, sebagaimana dikatakan Presiden Prabowo, maka biayanya jangan dibayar dengan mahal: hilangnya hak rakyat untuk menentukan masa depannya sendiri. (redaksi)

BERITA TERKAIT

22 Tahun Bombana: Kekayaan Melimpah, Ambulans Laut Baru Direncanakan
Editorial

22 Tahun Bombana: Kekayaan Melimpah, Ambulans Laut Baru Direncanakan

19.01.2026
Wacana Pilkada Lewat DPRD Menguat, SMSI Dorong Diskursus Demokrasi Pancasila
Politik

Wacana Pilkada Lewat DPRD Menguat, SMSI Dorong Diskursus Demokrasi Pancasila

18.01.2026
Video Pesawat Ditembaki di Papua Viral, TNI Tegaskan Bukan Pesawat yang Ditumpangi Wapres Gibran
Nasional

Video Pesawat Ditembaki di Papua Viral, TNI Tegaskan Bukan Pesawat yang Ditumpangi Wapres Gibran

16.01.2026
Next Post
Menkeu Purbaya: Pelonggaran TKD 2026 Bergantung Penyerapan Anggaran Daerah

Menkeu Purbaya: Pelonggaran TKD 2026 Bergantung Penyerapan Anggaran Daerah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Trending
  • Comments
  • Latest
SMSI Bombana Kawal Keluhan Rujukan Pasien Kabaena

SMSI Bombana Kawal Keluhan Rujukan Pasien Kabaena

18.01.2026
Pasca Pelantikan Rektor, Unsultra Diperkuat Dukungan Lembaga Budaya Muna

Pasca Pelantikan Rektor, Unsultra Diperkuat Dukungan Lembaga Budaya Muna

02.01.2026
KOSASI Sultra Siapkan Laporan Dugaan Korupsi Jasa Konsultasi di Dinas PU Konut ke Kejati

KOSASI Sultra Siapkan Laporan Dugaan Korupsi Jasa Konsultasi di Dinas PU Konut ke Kejati

07.01.2026
Chaerul Amir: Jaksa Intelijen, Pejabat Pidana Militer, dan Disiplin Bela Diri

Chaerul Amir: Jaksa Intelijen, Pejabat Pidana Militer, dan Disiplin Bela Diri

07.01.2026
Refleksi 2025, Menakar 2026: ASR–Hugua di Persimpangan Janji dan Pembuktian

Refleksi 2025, Menakar 2026: ASR–Hugua di Persimpangan Janji dan Pembuktian

02.01.2026
22 Tahun Bombana: Kekayaan Melimpah, Ambulans Laut Baru Direncanakan

22 Tahun Bombana: Kekayaan Melimpah, Ambulans Laut Baru Direncanakan

19.01.2026
SMSI Bombana Kawal Keluhan Rujukan Pasien Kabaena

SMSI Bombana Kawal Keluhan Rujukan Pasien Kabaena

18.01.2026
Ketegangan AS-Iran dan Dampaknya bagi Sultra sebagai Lumbung Nikel Dunia

Ketegangan AS-Iran dan Dampaknya bagi Sultra sebagai Lumbung Nikel Dunia

18.01.2026
Ketegangan AS-Iran: Membaca Pola Konflik Global di Balik Retorika

Ketegangan AS-Iran: Membaca Pola Konflik Global di Balik Retorika

18.01.2026
Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros

Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros

18.01.2026
Pilar Sultra

Penerbit PT Pilar Media Sultra
Jl. KS Tubun BGP F14 Kota Kendari 93116
Sulawesi Tenggara INDONESIA
Email : pilarmediasultra@gmail.com

About

  • Tentang Kami
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Terbaru

  • 22 Tahun Bombana: Kekayaan Melimpah, Ambulans Laut Baru Direncanakan
  • SMSI Bombana Kawal Keluhan Rujukan Pasien Kabaena
  • Ketegangan AS-Iran dan Dampaknya bagi Sultra sebagai Lumbung Nikel Dunia

Terpopuler

  • Ahli Waris Tanah Eks-PGSD Tantang Pemprov Tunjukkan Bukti Kepemilikan, BPN: Dokumen Banyak Rusak Saat Banjir (8,087)
  • Kasus Proyek Rp 13 M Mandek, Kejari Bombana Dituding ‘Tutup Mata’, Ada Apa? (6,508)
  • Kabaena, Ujian Konsistensi Negara dalam Transisi Energi (4,766)
  • Tentang Kami
  • Manajemen & Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Indeks
  • Kontak

Copyright © 2026 PT Pilar Media Sultra All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Kendari
    • Sultra
    • Nasional
    • Dunia
  • Politik
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Edukasi
  • Olahraga
  • Editorial
  • Opini
  • Destinasi
  • Gaya Hidup
  • Ragam

Copyright © 2026 PT Pilar Media Sultra All Rights Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist