PILARSULTRA.COM, Jakarta – TikTok Indonesia secara sukarela menonaktifkan fitur Live untuk sementara “beberapa hari ke depan” menyusul meningkatnya potensi kerusuhan dan aksi unjuk rasa di negara ini. Langkah tersebut dilakukan sebagai langkah preventif agar platform tetap aman dan kondusif bagi semua pengguna
TikTok menyampaikan komitmen untuk terus menindak konten yang melanggar pedoman komunitas (community guidelines), sekaligus memastikan lingkungan daring yang aman dan tertib selama periode ketegangan sosial. Indonesia merupakan salah satu pasar TikTok terbesar dengan lebih dari 100 juta akun pengguna aktif.
Sementara itu, YouTube belum mengikuti langkah serupa. Hingga saat ini, platform tersebut tidak menonaktifkan fitur siaran langsungnya, yang berarti livestream dari berbagai acara, termasuk demonstrasi, masih tetap bisa diakses oleh publik.
Apa Maknanya?
- TikTok memilih langkah preventif: Dengan menonaktifkan fitur Live, mereka berusaha meredam potensi penyebaran konten provokatif secara langsung, sekaligus menghindari penyalahgunaan terkait aksi besar di lapangan.
- YouTube tidak menutup fitur Live: Ini menandakan bahwa tidak semua platform merasa perlu membatasi aktivitas pengguna saat demonstrasi. YouTube kemungkinan masih mengandalkan pendeteksian konten pelanggaran pasca unggah, bukan melalui pembatasan akses langsung.
Menurut beberapa analis media sosial; keputusan TikTok bisa dilihat sebagai bentuk tanggung jawab sosial platform, menjaga stabilitas digital di tengah situasi tegang. Sedangkan YouTube tampaknya lebih mengedepankan kebebasan penyiaran, meski tetap bisa dikontrol lewat moderation pasca-akun live.