PILARSULTRA.COM, Kendari — Ratusan pengemudi ojek online (ojol) secara damai menggelar aksi solidaritas di depan Mapolda Sulawesi Tenggara, Minggu (31/08/2025) sore. Aksi ini sebagai bentuk dukungan atas rekan mereka, Affan Kurniawan, yang tewas terlindas kendaraan taktis Brimob saat unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8).
Pantauan di lapangan sekitar pukul 16.15 Wita, konvoi ojol dimulai dari kawasan Eks MTQ Kendari dan merambat ke Markas Polda. Deretan motor penuh atribut simbolik berupa bendera, petaka, dan poster tuntutan mewarnai ruas jalan utama. Saat tiba, mereka langsung melakukan orasi lantang menuntut agar kasus kematian Affan diselidiki secara adil dan transparan.
“Kami datang menuntut kejelasan kasus almarhum saudara kami Affan Kurniawan!” ujar Orator Aksi.
Kapolda Sultra Irjen Pol Didik Agung Widjanarko turun langsung menemui massa aksi. Ia menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan meneruskan tuntutan pengunjuk rasa ke Mabes Polri.

“Atas nama seluruh jajaran Polda Sultra, kami menyampaikan duka cita mendalam dan permohonan maaf atas berpulangnya sahabat kita Affan Kurniawan. Semua aspirasi rekan-rekan akan kami sampaikan kepada pimpunan,” kata Kapolda.
Selain itu, para driver ojol menyoroti larangan mengenakan atribut ojol saat memasuki kawasan Polda. Kapolda Sultra langsung merespons, “Mulai hari ini, perintah saya: boleh masuk menggunakan atribut ojol.”
Aksi juga diwarnai penggalangan dana oleh Kapolda Sultra, Ketua DPRD Sultra, dan driver ojol Kendari. Dana ini akan disalurkan kepada keluarga almarhum Affan Kurniawan sebagai wujud empati dan tanggung jawab sosial.
Aparat kepolisian tampak berjaga ketat agar aksi berlangsung kondusif. Meskipun massa cukup besar, suasana tetap aman. Berbagai pos penjagaan ditambah untuk memantau pergerakan massa. Tidak ada kerusakan atau gangguan berarti selama aksi berlangsung.
Diketahui Aksi damai ini bukan sekadar tuntutan hukum, melainkan bentuk nyata solidaritas antar sesama pekerja di sektor informal. Langkah responsif Polda termasuk izin atribut dan proses kasus terbuka menjadi titik terang bagi masyarakat.
Semoga ini bisa menjadi momentum penting untuk memperbaiki kepercayaan publik terhadap aparat dan memberi keadilan yang tulus bagi keluarga Affan. (pan)